Kebudayaan sebagai Sistem Adaptasi

Uraikan dengan disertai contoh yang jelas, bagaimana suatu objek (material) bermakna budaya:

Menurut Woodward (2007), objek adalah hal-hal material yang ada di sekitar kita, jadi studi mengenai kebudayaan material adalah studi yang berfokus pada hubungan timbal balik antara manusia dan objek-objek tersebut; bagaimana ia mempengaruhin kehidupan masyarakat, dan bagaimana masyarakat memperlakukannya dalam rangka melaksanakan fungsi sosial, yaitu mengatur hubungan sosial dan memberikan arti simbolis terhadap perilaku manusia.

Bordieu (dalam Woodward, 2007) mengatakan bahwa kelas sosial sesorang dapat dilihat dari selera atau pemilihan objek material yang ia kenakan. Hal ini sangat jelas terlihat dalam budaya konsumerisme kita saat ini. Para kaum elit menggunakan brand-brand mewah seolah ingin membuat pembatas posisi dan status dalam struktur sosial. Sebut saja para artis papan atas yang tak segan-segan memamerkan koleksi tas mewah mereka yang bernilai milyaran rupiah. Jika dilihat dari segi fungsi tas itu yang sebenarnya hanya untuk menyimpan barang saat berpergian, maka akan sangat berlebihan sekali mengingat harganya yang fantastis. Tetapi hal ini tidak ada hubungannya dengan usur fisik tas mewah itu sendiri. Ini semacam permainan makna simbolis yang mana nilai yang melekat dalam objek tersebut diciptakan oleh masyarakat sendiri. Di sinilah dikatakan bahwa objek dapat berfungsi sebagai penanda sosial.

Fungsi lainnya adalah sebagai penanda identitas. Walau bagaimanapun, objek yang melekat pada diri seseorang dapat menjadi penanda identitas individu yang berkaitan dengan kelas, suku, agama, golongan, atau kelompok sosial. Misalnya, saya seorang muslim yang sehari-hari menggunakan hijab cadar/ niqab. Tanpa harus mengatakan apapun, orang lain tahu bahwa saya seorang muslim sebab hijab adalah simbol umat islam. Akan tetapi, hijab dengan jenis yang saya kenakan ini belum begitu banyak digunakan seperti di negara-negara islam lainnya. Tanpa bisa saya kontrol, beberapa orang akan beranggapan bahwa saya adalah muslim yang radikal, sebab begitulah image yang kebanyakan dibangun oleh media masa mengenai hijab ini. Untuk mengakalinya, saya memadu padankan pakaian saya dengan sneaker yang sedang trendy di kalangan anak muda atau memilih warna-warna yang tidak melulu hitam untuk pakaian saya. Dengan begitu, citra radikal dari seorang niqabie bisa berubah sedikit demi sedikit dan tidak dianggap suatu keanehan lagi di kalangan masyarakat.

Fungsi selanjutnya adalah sebagai wadah kekuatan politik dan kebudayaan, contohnya adalah pakaian dinas kepolisian. Ketika seorang anggota polisi mengenakan pakaian dinasnya, ia akan lebih disegani dibanding ketika ia hanya mengenakan kaus oblong. Sebab, dalam pakaian dinas itu, ada sebuah otoritas yang tak ditemukan dalam pakaian lain.

Dari paparan di atas, sangat jelas bagaimana objek material dapat mempengaruhi kehidupan kita. Benda mati bisa menjadi sangat penting di tengah masyarakat karena adanya pemaknaan yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.

Referensi:

Woodward, I. (2007). Understanding Material Culture. London: SAGE Publication

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s