Kebudayaan sebagai Sistem Struktural

Bagaimana menjelaskan kehadiran “Struktur” dalam kebudayaan dari perspektif strukturalisme dan cultural studies?

Kebudayaan menurut Geertz adalah pola-pola makna yang diwariskan secara historis dan terwujud sebagai simbol-simbol yang digunakan untuk berkomunikasi.

Suatu totalitas yang kompleks seperti kebudayaan dapat dipahami sebagai suatu rangkaian unsur-unsur yang berkaitan. Relasi antara berbagai unsur _relasi itu kemudian disebut struktur_ yang membangun suatu kebudayaan itulah yang dianalisis dalam strukturalisme. Dalam hal ini, struktur-struktur yang terkait dihubungkan oleh sistem.

Struktur hadir dalam kebudayaan dan kehidupan masyarakat tanpa bisa kita kendalikan. Misalnya, dalam budaya masyarakat Sasak di pulau Lombok, terdapat adat istiadat yang tampak aneh bahkan dianggap melanggar hukum dalam masyarakat di luar pulau Lombok, yaitu adat kawin lari atau dalam bahasa setempat disebut merarik. Lelaki akan ‘menculik’ calon istrinya, baik berdasarkan kesepakatan ataupun tanpa perundingan terlebih dahulu. Kemudian, sanak saudara dari calon mempelai lelaki akan memberi kabar pada keluarga calon mempelai wanita dan melakukan musyawarah mengenai pernikahan mereka. Karena merupakan budaya, keluarga dari pihak wanita tidak boleh menuntut si lelaki apabila mereka keberatan. Dan, mengurungkan rencana pernikahan dianggap pamali jika seorang wanita telah dibawa lari.

Contoh lain, yang sedang marak menjadi pemberitaan adalah isu penggunaam atribut Natal di pusat perbelanjaan, tempat makan, atau tempat umum lainnya. Para karyawan di sebuah gerai tertentu misalnya, diharuskan mengenakan topi Natal dan atribut lainnya meski ia tidak merayakan Natal. Karena ia seorang karyawan, ia harus tunduk pada aturan-aturan yang dibuat atasannya. Akan tetapi, peraturan semacam itu menjadi kontroversi karena bagi sebagian umat agama Islam, hal yang demikian dianggap tidak sesuai dengan akidah. Majelis Ulama Indonesia pun mengeluarkan fatwa mengenai pelarangan penggunaan atribut Natal bagi yang tidak merayakan Natal. Mau tak mau, direktur atau pembuat kebijakan juga mematuhi fatwa itu. Dari kasus ini, sangat jelas terlihat bahwa sistem simbolik, sistem pemaknaan, dan interaksi sosial dikendalikan oleh pihak yang memiliki power.

Berbeda dengan strukturalisme yang memiliki struktur yang kaku (aturan ada ditangan penguasa dan orang-orang kaya), culture studies memiliki pola yang lebih fleksible sehingga memungkinkan tumbuhnya kebudayaan baru. Dengan kata lain, kekuasaan lebih diperlihatkan dalam proses membangun atau membentuk kebudayaan baru.

Salah satu penyebab terbentuknya budaya baru yang sangat jelas kita rasakan saat ini adalah media sosial. Tanpa disadari, gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda saat ini, sangat dipengaruhi oleh media sosial. Kita melihat jenis pakaian apa yang harus dipakai, merk gadged apa yang sedang naik daun, tempat mana yang harus dikunjungi untuk liburan, hingga makanan apa yang harus dimakan dari sosial media. Kita merasa perlu untuk mengikuti perkembangan yang ada di sosial media agar mendapat pengakuan dan tidak ketinggalan zaman. Secara tidak langsung, industrilah yang memegang kendali atas kebudayaan kita saat ini. Melalui promosi dan doktrin di sosial media, industri membentuk gaya hidup masyarakat.

Referensi:

Du Gay, P., Hall, Stuart, et al. (1997). Doing Cultural Studies: The Story of the. Sony Walkman. London: Sage. Durham, M.G. & Kellner, Douglas (ed.). (2001).

Sahlins, Marshall. “Food as Symbolic Code.” From Alexander, Jeffrey C., and Steven Seidman. Culture and Society: Contemporary Debates. Cambridge [England]: Cambridge University Press, 1990.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s